Produk Yang Dijual


PRODUK YANG DIJUAL
Kapsul Tawon Liar
Kapsul Wan Tong
Kapsul TCU Asam Urat
Kapsul Daun Binahong
Stok : Ada
Stok : Ada
Stok : Ada
Stok : Ada
Harga : Rp. 40.000,-
Harga : Rp. 40.000,-
Harga : Rp. 50.000,-
Harga : Rp. 40.000,-
Lihat Detail
Lihat Detail
Lihat Detail
Lihat Detail

Kapsul Urat Madu
Kapsul Xian Ling
Kapsul Zam-Zam
Stok : Ada
Stok : Ada
Stok : Ada
Harga : Rp.80.000,-
Harga : Rp.40.000,-
Harga : Rp.20.000,- Per Hanger
Lihat Detail
Lihat Detail
Lihat Detail

Sunday, November 15, 2015

Bertemu Ikan Lele Putih

Bertemu Ikan Lele Putih
Blog ini memuat tentang penyebab penyakit asam urat, rematik, kolesterol, gejala dan cara mengobatinya. Akan tetapi saya sebagai admin, ingin sekali bereksplorer untuk sekedar menuangkan pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup saya tentang cerita-cerita mistis atau cerita misteri. Cerita ini adalah kejadian nyata yang pernah saya alami ketika saya masih kecil. Pada waktu itu saya masih duduk di kelas 5 SD Pada tahun 1997. Pada waktu itu usia saya masih sekitar 11tahun.


Dari kecil, Hobi yang amat sangat saya sukai adalah memancing. Di masa kecil saya bisa dikatakan tiada hari tanpa memancing. Kerjaan saya tiap habis pulang sekolah ataupun pada hari-hari libur pasti memancing di sungai dekat rumah nenek. Sekedar memberi tahu, di dekat rumah nenek ada 2 sungai yang mengalir melalui desa saya. 2Sungai tersebut orang-orang didesa saya menyebutnya kali gede (Sungai Besar) dan kali cilik (Sungai kecil). Disebut kali gede atau sungai besar karena memang sungainya lebar dan debit airnya besar. Sedang disebut kali cilik atau sungai cilik karena sungainya kecil dan debit airnya pun kecil. Kedua sengai ini memiliki banyak ikan di dalamnya, sehingga waktu itu banyak menarik minat anak-anak seumuran saya untuk melakukan aktifitas memancing.

Sebenarnya hobi memancing saya ini tidak disukai oleh kakek dan nenek saya, karena ditakutkan saya bisa hanyut terseret air ataupun takutnya saya di jahilin oleh makhluk-makhluk halus penunggu sungai. Meskipun saya dimarahi tiap hari, itu tidak membuat saya menghentikan aktifitas memancing saya. Meskipun kakek dan nenek saya maraha, mereka senantiasa menasehati "jika pas lagi memancing mendapat ikan yang bisa kedip, atau mendapat ikan lele yang warnanya putih, sebaiknya kamu lepaskan lagi ya le". Itu sekilas nasehat kakek nenek kepadaku setiap kali aku ijin pergi memancing ke sungai.

Pada waktu itu kebetulan saya dan teman-teman sudah berunding dan memutuskan untuk memancing di kali cilik. Di antara teman-teman saya tersebut ada 3 orang. Diantaranya ada kukuh, siswanto dan waryono.  Sekira pukul 2Siang kami sudah berangkat ke kali cilik untuk memancing.  Kebetulan tempat yang kami pilih waktu itu sebuah tempat dimana tempat itu membentuk semacam kedung (Kubangan Air Yang Dalam) bekas cadsnya digali untuk dibuat dapur. Orang-orang dikampung saya menyebut tempat itu dengan nama Gerojokan. Menurut cerita orang kampung, tempat tersebut dikenal angker. Ada penunggunya berupa gendruwo, kuntilanak dan banaspati. Dan yang paling berbahaya di tempat tersebut banyak ular gadung bajing yang bisanya sangat mematikan.  Akan tetapi kami sebagai anak-anak menanggapinya dengan cuek bebek, yang penting kami asik untuk memancing.

Pada hari itu memang tidak seperti biasanya. Dimana hari biasa begitu mudah kami mendapatkan ikan pancingan. Kenapa pada hari itu kami benar-benar sulit dan tidak mendapatkan ikan pancingan. Teteapi kami terus mencoba untuk bersabar dan terus memancing. Hari itu udara berasa aneh, tempat tersebut yang biasanya kami rasakan biasa saja, hari itu kami merasakan  siu yang teramat sangat. Benar saja apa yang dikatakan kakek dan nenek, di bawah tepat saya duduk. Dimana ada batu cadas yang terendam air  jernih kira2 dalamnya 15-20cm ada ikan lele yang lumayan besar yang seolah dia sedang bersantai diatas batu cadas tersebut.

Perasaan kalut bercampur takut mulai menyelimuti diri saya. Karena ada yang aneh dengan ikan lele tersebut. Ikan lele tersebut berwarna putih.  Ketakutan yang saya rasakan makin bertambah, ketika saya beritahukan kepada teman-teman memancing saya, dan faktanya mereka sama sekali tidak melihat ikan tersebut. Padahal ikan tersebut terlihat sangat jelas sekali di mata saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan mengajak semua teman-teman saya. Kami pulang dengan perasaan yang takut, tanpa membawa pulang ikan hasil pancingan.

Tersebut diatas sedikit kisah misteri yang pernah saya alami. Pesan yang ingin saya sampaikan buat adaik-adik, jangan terlalu menyepelekan nasehat orang tua. Karena mereka menasehati kita berdasar pengalaman yang sudah mereka lalui dan lewati. Mudah-mudahan dengan adik-adik mendengarkan setiap nasehat dan kata bijak dari orang tua, nantinya adik-adik akan menjadi orang yang sukses, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi nusa bangsa dan negara.

No comments:

Post a Comment